19 Mar 2012

Misteri kerajaan Shambhala

Selama ribuan tahun, ada sebuah rumor yang beredar, bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil, ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Sebuah kerajaan yang disebut Shambala.
James Hilton menulis mengenai kota mistik ini pada tahun 1933 di dalam bukunya yang berjudul “Lost Horizon”. Hollywood lalu mengangkatnya dalam film produksi tahun 1960, “Shangri-la”. Bahkan penulis terkenal James Redfield yang menulis The Celestine Prophecy juga menulis satu buku yang berjudul “The Secret of Shambala : In Search of the Eleven Insight.” Shambhala yang misterius ini juga dianggap sebagai sumber bagi Kalachakra, yaitu cabang paling tinggi dan esoterik dalam mistik Tibet.
Legenda mengenai Shambhala sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kita bisa menemukan catatan tentang kerajaan ini di dalam teks-teks kuno seperti Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.
Kata Shambala (atau Shambala) berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Tempat kedamaian” atau “Tempat keheningan”. Kerajaan ini memiliki ibukota bernama Kalapa dan diperintah oleh raja-raja dinasti Kulika atau Kalki. Di tempat inilah makhluk hidup yang sempurna dan semi sempurna bertemu dan bersama-sama memandu evolusi kemanusiaan. Hanya mereka yang murni hatinya yang dapat tinggal di tempat ini. Disana mereka akan menikmati kebahagiaan dan kedamaian dan tidak akan sekalipun mengenal penderitaan.
Konon di kerajaan itu, cinta kasih dan kebijakanlah yang memerintah. Tidak pernah terjadi ketidakadilan. Penduduknya memiliki pengetahuan spiritual yang sangat mendalam dan kebudayaan mereka didasari oleh hukum, seni dan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan pencapaian yang pernah diraih dunia luar.
Banyak petualang dan penjelajah telah berusaha mencari kerajaan mistik ini. Menurut mereka, mungkin Shambala terletak di wilayah pegunungan Eurasia, tersembunyi dari dunia luar. Sebagian lagi yang tidak menemukannya percaya bahwa Shambala hanyalah sebuah simbol, penghubung antara dunia nyata dengan dunia yang ada di seberang sana. Tapi, sebagian orang lagi percaya bahwa Shambhala adalah sebuah dunia yang nyata.
Menurut Teks kuno Zhang Zhung, Shambhala identik dengan Lembah Sutlej di Himachal Pradesh. Sedangkan bangsa Mongolia mengidentikkannya dengan lembah-lembah tertentu di Siberia selatan.

Informasi mengenai kerajaan ini sampai ke peradaban barat pertama kali lewat seorang misionaris katolik Portugis bernama Estevao Cacella yang mendengar kisah ini dari penduduk setempat. Lalu pada tahun 1833, seorang cendikiawan Hungaria bernama Sandor Korosi Csoma bahkan menyediakan kordinat Shambhala yang dipercaya berada diantara 45′ dan 50′ lintang utara.
Menarik, menurut catatan Alexandra David Neel yang telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tibet, Shambala ternyata tidak hanya dikenal di Tibet. Jauh di utara Afghanistan, ada sebuah kota kecil yang bernama Balkh, sebuah kota kuno yang juga dikenal sebagai “ibu dari kota-kota”. Legenda masyarakat Afghanistan modern menyatakan bahwa setelah penaklukan oleh kaum Muslim, kota Balkh sering disebut sebagai “Lilin yang terangkat” atau dalam bahasa Persia dikenal dengan sebutan “Sham-I-Bala”. Entahlah, kita tidak tahu pasti apakah kota ini berhubungan dengan Shambhala yang misterius atau tidak.

Legenda Shambhala kemudian menarik perhatian seorang penganut esoterik dan teosofi bernama Nicholas Roerich (1874-1947). Dalam keingintahuannya, ia menjelajahi gurun Gobi menuju pegunungan Altai dari tahun 1923 hingga tahun 1928. Perjalanan ini menempuh 15.500 mil dan melintasi 35 puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Namun usaha yang luar biasa ini tetap tidak dapat menemukan kerajaan itu.
Bahkan Nazi yang juga sangat berkaitan dengan dunia esoterik pernah mengirim ekspedisi pencarian Shambhala pada tahun 1930, 1934 dan 1938.
Tapi, tidak satupun dari antara mereka yang berhasil menemukannya.
Edwin Bernbaum menulis dalam “The Way of Shambhala” :
“Sementara penjelajah mendekati kerajaan itu, perjalanan mereka menjadi semakin sulit dilihat. Salah satu pendeta Tibet menulis bahwa peristiwa ini memang dimaksudkan untuk menjauhkan Shambhala dari para barbar yang berniat untuk menguasainya.”
Apa yang ditulis oleh Bernbaum sangat berkaitan dengan ramalan Shambhala. Menurut ramalan itu, umat manusia akan mengalami degradasi ideologi dan kemanusiaan. Materialisme akan menyebar ke seluruh bumi. Ketika para “barbar” ini bersatu dibawah komando seorang raja yang jahat, maka barulah kabut yang menyelubungi pegunungan Shambhala akan terangkat dan pasukan raja ini dengan persenjataan yang mengerikan akan menyerang kota itu.
Lalu raja Shambhala ke-25 yang bernama Rudra Cakrin akan memimpin pasukannya untuk melawan pasukan Barbar itu. Dalam pertempuran itu, raja yang jahat dan pasukannya berhasil dihancurkan dan umat manusia akan dikembalikan ke dalam kedamaian.
Beberapa cendikiawan seperti Alex Berzin, dengan menggunakan perhitungan dari Tantra Kalachakra, percaya bahwa peristiwa ini akan terjadi pada tahun 2424 Masehi.
Ketika kebudayaan timur bergerak ke barat, mitos Shambhala bangkit dari dalam kabut waktu. Saya rasa, kerinduan akan kedamaianlah yang telah menyebabkan umat manusia berusaha menemukan kerajaan utopia ini. Mungkin kita tidak akan pernah menemukan Shambhala, namun mungkin juga kita tidak perlu mencari terlalu jauh.
Sebuah kisah kuno dari Tibet menceritakan bahwa suatu hari ada seorang anak muda yang bersiap untuk mencari Shambhala. Setelah menjelajahi banyak gunung, ia menemukan sebuah gua. Di dalamnya ada seorang pertapa tua yang kemudian bertanya kepada anak muda itu : “Kemanakah tujuanmu sehingga engkau rela menjelajahi salju yang tebal ini ?”
“Untuk menemukan Shambhala,” Jawab anak muda itu.
“Ah, engkau tidak perlu pergi jauh.” Kata pertapa itu. “Sesungguhnya Kerajaan Shambhala ada di dalam hatimu sendiri.”
Benarkah ada Shambhala di hati kita ?

Benua Yang Hilang Telah Di Temukan!!!! Benua Lemuria

Benua Lemuria
Mungkin sebagian teman-teman sudah banyak mendengar kisah tentangAtlantis,kalau kisah Lemuria pernah belum?Kalau belum,ada baiknya kitamenyimak sekelumit kisah yang aq uraikan di bawah ini,semogabermanfaat. Oh iya,artikel dibawah aq tulis hanya mengacu pada satuversi saja,sedangkan versi mengenai kisah dari Lemuria sendirisangatlah banyak,jadi jangan bingung apabila kisah yang aq uraikandibawah sedikit berbeda kisah dengan versi yang mungkin teman-temanpernah baca sebelumnya.




Coba perhatikan Map diatas,menurut beberapa versi,disitulah letakdari Benua Lemuria/Mu Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg munculterlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkanera peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM – 11000 SM.Jika kitalihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernahhidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuriaterlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapatkita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon(1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yangmengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Mayadi Yucatan.
Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkanbeberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasilterjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwaBangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyangmereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalamperiode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi danair bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradabanmaju masa silam tersebut. Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria padamasa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan buktiarkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh parapeneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik(disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog memepercayai bahwaEaster Island yang misterius itu merupakan bagian dari BenuaLemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yangmengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapaartifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju padamasa silam.(artikel Easter Island juga dapat dibaca di blog ini)Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetapdipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulukala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancurditerjang oleh gelombang pasang air laut dasyat(tsunami), namunsebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibatpeperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip denganperadaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur danpenguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagiBangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yangmaju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatutrobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.
Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual danarkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystalsecara intensif dalam kehidupan mereka. Edgar Cayce,Seorang spiritualisAmerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama.Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasayang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun gunaberbagai penyembuhan. Banyak info mengenai atlantis dan lemuriandiperoleh dengan men-channel crystal2 ‘old soul’ yang pernah digunakanpada kedua jaman ini. Beberapa Monument Batu misterius yang berhasilditemukan dibawah perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 inimerupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?



Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkanfisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercayasebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yangtinggi,sangat damai dan bermoral.
Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban superpower pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah)membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsadidunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh paraAtlantean sebagai peradaban yang kuat. Berbekal peralatan perang yangcanggih serta strategi perang yang baik,invansi Atlantis ke Lemuriaberjalan seperti yang diharapkan. sifat dari Lemurian yang menjunjungtinggi konsep perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perangsecanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuhketangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisiterdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggalbaru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkinkeberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saatini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades.
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetapdiplanet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahuibahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaanteknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat merekarealisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama padaera peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuanteknologi yang mereka ciptakan.(Baca artikel Piri Reis Map sebagaibahan pertimbangan).


Dari sekelumit kisah yang aq uraikan diatas,dapat ditarik kesimpulanbahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bahseperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena peranglah yangmembuat sebagain dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatiswilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnyadaratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudianmenenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranyaAtlantis itu sendiri.

9 Mar 2012

Fakta Asli Bangsa Maya

Bangsa Maya, sebagai peradaban mesoamerika memiliki kemajuan budaya yang signifikan. Arsitektur, seni, hingga astronomi telah dikuasai sejak peradaban awal. Nama suku ini kembali populer saat ramalan tentang kiamat dihubungkan dengan perhitungan kalender Maya. Meskipun ternyata banyak terdapat miskonsep soal pemahaman tersebut.

Beberapa fakta di bawah ini menjelaskan tentang bangsa dengan peradaban super hebat di masa lampau tersebut.
Bangsa Maya belum punah
Banyak orang menganggap bangsa Maya tinggal cerita sejarah. Kenyataannya, ada lebih dari tujuh juta keturunan bangsa Maya tinggal di daerah rumah mereka, banyak di antaranya telah berhasil mempertahankan sisa-sisa besar warisan kuno budaya mereka. Bahkan beberapa tetap berbicara satu sama lain dengan bahasa Maya.
 
Populasi terbesar mereka saat ini menghuni negara bagian Meksiko, Yucatán, Campeche, Quintana Roo, Tabasco dan Chiapas, dan di negara-negara Amerika Tengah Belize, Guatemala, dan bagian barat Honduras dan El Salvador.
 
Pengobatan
Cara pengobatan bangsa Maya kuno memiliki campuran yang kompleks antara pikiran, tubuh, agama, ritual, dan sains. Tabib atau dukun bangsa Maya kuno bertindak sebagai media antara dunia kasat mata dan dunia roh.
 
Namun, dukun juga memiliki pengetahuan medis dalam proses pengobatan, jadi bukan perkara mistis belaka. Sebagai contoh: luka dijahit dengan rambut manusia, membuat protesa gigi dari batu giok dan lain sebagainya.

 
Pengorbanan dengan darah
Pernah menonton film Apocalypto yang bercerita tentang sepak terjang Jaguar Paw menghabisi para pemburunya? Pada satu adegan terlihat upacara pengorbanan manusia untuk dewa mereka. Faktanya, ritual ini masih dilakukan saat ini. Walaupun darah manusia telah diganti dengan darah ayam.

 
Obat bius
Bangsa Maya kerap menggunakan tumbuhan yang membangkitkan halusinasi sebagai bagian dari ritual mereka. Tanaman seperti peyote, the morning glory, mushrooms hingga tembakau dipakai agar lebih mudah terhubungan dengan dunia roh sekaligus pereda rasa sakit.

 
Keruntuhan Maya
 
Secara fisik, Kota pulau Tayasal adalah kerajaan Maya terakhir yang tetap merdeka saat wilayah lain sudah dikuasai Spanyol sejak kedatangannya di abad 16. Hingga akhirnya Kerajaan Itza diserahkan pada kekuasaan Spanyol tanggal 13 Maret 1697.
Situs arkeologi terkenal yang bisa dikunjungi adalah Chichen Itza. Menariknya, sebagian besar tanah di tempat tersebut dimiliki oleh satu keluarga, sementara pemerintah memiliki dan mengelola monumen di atasnya.

Tempat Tidur Paling Mahal di Dunia

Stuart Hughes, seorang desainer asal Inggris, bekerja sama dengan Hebanon dari Interiors Fratelli Basile untuk Nocera Superiore membuat tempat tidur yang paling eksklusif di dunia: Mahakarya Baldacchino, dengan harga £ 4 juta atau sekitar 6.300.000 dolar Amerika.

Tempat tidur ini adalah buatan tangan dari 107 kg emas 24 karat yang solid dan juga fitur aplikasi berupa hiasan kecil yang menyerupai daun emas. Menurut perancangnya, kemewahan tempat tidur ini adalah lengkungan dari kayu dengan kualitas terbaik.

Tapi itu belum semuanya. Bahan kainnya, semuanya adalah sutra Italia terbaik, dan kepala tempat tidur dapat dipasangkan dengan berlian atau batu berharga lainnya.

Stuart mengatakan tempat tidur sangat eksklusif dan hanya dua buah yang dibuat.

"Saya tidak pernah bekerja pada hal seperti tempat tidur itu. Ini adalah sesuatu benda yang hanya dinikmati oleh miliuner super kaya. Tempat tidur yang menakjubkan, "kata Stuart 39 tahun, yang telah menjual salah satu tempat tidur tersebut untuk seorang pebisnis Italia.

Mahakarya Baldacchino mencuri perhatian sebagai mahkota tidur dunia yang paling mahal dan melampaui tempat tidur Parnian Furniture senilai $ 210.000.

Foto Syur Ayu Ting Ting Yang beredar Hanya Editan Photoshop